Pasang Iklan Gratis

Diminta Trump bantu kawal kapal-kapal lintasi Selat Hormuz, ini respons China

 Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan negara tersebut terus membuka komunikasi dengan semua pihak untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz. Hal tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan soal permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan media di AS agar China harus berperan dan ikut memberi bantuan dalam memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

"Kami terus menjaga komunikasi dengan semua pihak mengenai situasi saat ini dan tetap berkomitmen untuk meredakan ketegangan yang ada," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing

Sebelumnya pada Ahad (15/3/2026), Trump mengatakan ia meminta sekitar tujuh negara untuk bergabung dalam koalisi yang akan mengawal kapal-kapal melintasi Selat Hormuz. Meski tidak menjabarkan negara-negara tersebut, Trump mengatakan mereka sangat bergantung pada minyak Timur Tengah.

Selain itu Trump juga memandang bahwa China harus berperan dan ikut memberi bantuan dalam memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

"Saya pikir China harus membantu juga, karena China mendapat 90 persen dari minyaknya melalui selat ini," kata Presiden AS itu dalam wawancara bersama Financial Times.

Lin Jian mengatakan ketegangan baru-baru ini di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya telah mempengaruhi jalur perdagangan barang dan energi internasional serta merusak perdamaian dan stabilitas kawasan maupun global.

"Sekali lagi, China menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut, dan mencegah gejolak regional memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi global," ungkap Lin Jian.

Lin Jian pun hingga saat ini, rencana kunjungan Trump ke Beijing pada 31 Maret - 2 April 2026 masih terus diupayakan.

"Diplomasi tingkat kepala negara memainkan peran yang tidak tergantikan dalam memberikan arahan strategis bagi hubungan China-Amerika Serikat. Kedua pihak sedang berkomunikasi mengenai kunjungan Presiden Trump ke China," tambah Lin Jian.

Sebelumnya Trump juga meminta negara-negara anggota NATO untuk mengirimkan kapal perang demi membuka Selat Hormuz atau menghadapi masa depan yang "sangat buruk". Laporan di The Wall Street Journal (WSJ) menyebut Gedung Putih berencana mengumumkan pembentukan koalisi multinasional paling cepat pekan ini, mengutip pernyataan sejumlah pejabat AS. Selain China, Trump juga sempat meminta Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris dan negara lain.

Secara terbuka, banyak pemerintah enggan berkomitmen pada misi semacam itu sebelum perang AS-Israel dengan Iran berakhir, mengingat berbagai risiko yang menyertainya, ungkap WSJ dalam laporannya.

Padahal, Trump mengeklaim, via akun Truth Social pada Sabtu (14/3/2026), banyak negara terutama yang terdampak upaya penutupan Selat Hormuz oleh Iran, akan mengirimkan kapal perang guna mengamankan rute perdagangan minyak.

AS dan Israel melancarkan serangan masif terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sekitar 1.300 orang lainnya.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Irak, serta negara-negara Teluk yang terdapat lokasi aset militer milik AS termasuk dengan menutup Selat Hormuz, perairan sempit yang menjadi lalu lintas angkutan 20 persen minyak dan gas dunia sehingga menyebabkan harga minyak melonjak dan menimbulkan kekhawatiran akan pasokan energi dan harga pangan global.

Selat Hormuz menjadi pintu keluar utama minyak dari negara-negara produsen energi di kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, Iran, dan Uni Emirat Arab.

Sekitar 17 juta hingga 20 juta barel minyak per hari melewati selat ini. Jumlah itu setara dengan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Sekitar 84 persen minyak yang melewati Selat Hormuz dikirim ke negara-negara Asia, termasuk China, India, Jepang, dan Korea Selatan.


0 Response to "Diminta Trump bantu kawal kapal-kapal lintasi Selat Hormuz, ini respons China"

Posting Komentar