Trump marah ditanya apakah ia telah kesampingkan opsi bom nuklir untuk Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesampingkan penggunakan senjata nuklir terhadap Iran dan terlihat marah ketika seorang reporter menanyakan apakah dia akan mencoret opsi nuklir itu, sembari menyebut pertanyaan itu "bodoh". Diketahui, AS dan Iran kembali terlibat dalam pertukaran serangan pada Ahad (30/8/2026).
"Saya tidak akan mengatakan itu, tapi jawabannya adalah iya," kata Trump dalam suatu acara di Gedung Putih, Washington
"Saya mengesampingkannya, tidak ada alasan untuk itu. Betapa sebuah pertanyaan yang bodoh, sebenarnya!"
Trump mengatakan, bahwa Iran telah "dikatalahkan total secara militer", yang membuat eskalasi nuklir tidak diperlukan. Dia menegaskan AS telah mengalahkan Iran.
"Inilah mereka, mereka dikalahkan sepenuhnya," ujar Trump.
"Jadi saya sekarang mengalahkan mereka dan sekarang saya harus menggunakan senjata nuklir untuk mengakhirinya? Betapa pertanyaan yang bodoh!"
Fasilitas Laboratorium Nasional Idaho yang menjadi lokasi uji coba nuklir, di Idaho, AS. - (Departemen Energi AS.)
Pada kesempatan yang sama, Trump mengatakan bahwa militer AS tidak menutup kemungkinan dapat kembali menyerang Iran jika diperlukan. Sebelumnya pada Senin (31/8/2026), Axios melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran untuk mencegah negara itu memulihkan kemampuan militernya.
“Para pemimpin mereka (Iran) sebagian besar sudah tewas. Angkatan Laut mereka sudah tidak ada. Angkatan Udara mereka sudah tidak ada. Peralatan pengawasan mereka hampir seluruhnya sudah hancur. Itu bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka. Kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump kepada media.
Rencana serangan terbatas terhadap Iran, ditujukan untuk mengurangi risiko serangan Iran terhadap kapal tanker minyak serta aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di kawasan.
Pada Ahad, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Pulau Larak, Iran, yang berada di Selat Hormuz. Axios melaporkan AS telah melancarkan serangan yang diduga menargetkan peluncur rudal Iran di pulau tersebut.
Media Iran kemudian melaporkan bahwa Teheran menembakkan rudal ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz dan pangkalan AS di kawasan. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pihaknya menyerang Iran untuk mencegah pasukan negara itu menanam ranjau di Selat Hormuz.
Penasihat senior komandan IRGC, Brigjen Mohammad Reza Naqdi mengatakan militer Iran masih menjalankan pertempuran dengan metode konvensional. Ia pun belum melihat kebutuhan untuk beralih ke perang asimetris, tetapi siap melakukannya jika diperlukan.
“Kami saat ini masih menjalankan perang konvensional, bukan perang asimetris. Perang asimetris berarti berperang di Wall Street dan Manhattan, perang di mana saja dan kapan saja, menggunakan kemampuan yang belum digunakan,” kata Naqdi dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon Al-Mayadeen, Senin.
Naqdi mengatakan Iran belum membutuhkan metode tersebut karena mampu menjaga keamanan dengan menggunakan pesawat nirawak atau drone dan rudal. “Belum ada kebutuhan untuk itu; kami telah mengelola dan memastikan keamanan kami dengan drone dan rudal,” ujar Naqdi.


0 Response to "Trump marah ditanya apakah ia telah kesampingkan opsi bom nuklir untuk Iran"
Posting Komentar