Pasang Iklan Gratis

Mojtaba Khamenei serukan persatuan Muslim hadapi AS dan Israel

 Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan negara-negara Muslim mengatasi perpecahan dan menghadapi apa yang disebutnya sebagai “musuh sejati”. Ia menyebut Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai musuh bersama dunia Islam.

Seruan tersebut disampaikan Khamenei dalam pesannya memperingati Pekan Persatuan Islam, Ahad (30/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menempatkan persoalan Palestina sebagai inti seruannya.

Menurut Khamenei, perpecahan di antara negara-negara Muslim telah melemahkan kemampuan dunia Islam dalam membela rakyat Palestina. “Jika umat Islam bersatu sebagai satu kesatuan, apa yang terjadi pada rakyat Palestina tidak akan terjadi,” kata Khamenei, seperti dikutip media Iran.

Ia meminta para pemimpin Muslim, khususnya di kawasan Asia Barat dan negara-negara Teluk, mencermati perkembangan regional. Menurut dia, negara-negara Muslim juga perlu memahami upaya pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan untuk memecah belah masyarakat Islam.

“Rekomendasi saya yang tegas dan berulang kepada para penguasa negara-negara Islam, khususnya di Asia Barat dan sepanjang Teluk, adalah kenali musuh sejati kalian, pahami rencananya, dan hadapi mereka,” ujar Khamenei.

Khamenei menyebut Washington dan Tel Aviv sebagai lawan bukan hanya bagi Iran, melainkan juga bagi umat Islam di seluruh dunia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026. - (EPA/ABIR SULTAN)

Ia mengatakan AS dan Israel merupakan “musuh bebuyutan” persatuan dan persahabatan Islam. Khamenei menuduh keduanya memanfaatkan perbedaan di tengah masyarakat Muslim untuk memperdalam perpecahan internal.

“Mereka berusaha mengubah berbagai perbedaan ras, budaya, sosial, ekonomi, politik, dan geografis menjadi alasan untuk menciptakan perselisihan di antara umat Islam di Iran maupun negara-negara Islam lainnya,” katanya.

Menurut Khamenei, persatuan menjadi hal penting untuk menghadapi tekanan dari luar serta melindungi negara-negara Muslim secara bersama-sama. “Persatuan di antara umat Islam sangat penting untuk mewujudkan peradaban Islam yang dicintai dan unggul,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memicu perpecahan di antara umat Islam pada akhirnya justru membantu kepentingan musuh mereka.

Palestina mendapat perhatian besar dalam pesan Khamenei. Ia menjadikan kondisi Palestina sebagai contoh konsekuensi dari fragmentasi yang terjadi di dunia Islam.

Khamenei mendesak negara-negara Muslim untuk saling membela dan melindungi. Menurut dia, kerja sama diperlukan untuk menghadapi tekanan yang semakin besar di kawasan.

Ia mengatakan umat Islam masih memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah. Khamenei juga menyatakan keyakinannya bahwa umat Islam pada akhirnya mampu mengatasi pihak-pihak yang menjadi lawan mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perang AS-Israel terhadap Iran yang disebut dimulai pada 28 Februari. Konflik tersebut kemudian memicu serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset militer AS di berbagai wilayah di kawasan.

Washington dan Teheran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman 14 poin pada Juni yang ditujukan untuk mengakhiri perang. Namun, pelaksanaan kesepakatan sementara tersebut kemudian mengalami kebuntuan.

Billboard menampilkan wajah Presiden AS Donald Trump terpampang di salah satu jalan di Teheran, Iran, Senin (27/7/2026). - (EPA/Abedin Taherkenareh)

Khamenei: Saya Tak Akan Biarkan Perpecahan

Khamenei juga mengaitkan penekanan Iran terhadap persatuan Islam dengan mendiang Ayatollah Ruhollah Khomeini. Menurut dia, Khomeini telah menyerukan persatuan umat Islam sejak masih berada dalam pengasingan.

Ia mengatakan gagasan Khomeini mengenai pembentukan Pekan Persatuan Islam telah mengganggu pihak-pihak yang berupaya memperdalam perpecahan di dunia Islam.

Khamenei menegaskan Iran akan terus mendorong persatuan yang lebih besar di antara negara-negara dan komunitas Muslim. “Sebagai pelayan rakyat, saya tidak akan membiarkan adanya perpecahan di antara putra-putra bangsa,” katanya.

Pesan tersebut disampaikan dalam sesi penutupan Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40 di Iran.

0 Response to "Mojtaba Khamenei serukan persatuan Muslim hadapi AS dan Israel"

Posting Komentar