Pasang Iklan Gratis

Bos Honda blak-blakan, sebut tak punya peluang lawan China

 CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaannya tidak memiliki banyak peluang untuk melawan produsen mobil China, terutama setelah melihat langsung kemajuan manufaktur kendaraan listrik di negara tersebut.

Dikutip dari Yahoo Finance, kunjungan Mibe ke pabrik kendaraan listrik yang ramai di China pada Februari membuatnya sangat khawatir, seperti dilaporkan SlashGear. Seperti produsen mobil besar lainnya, Honda terpaksa melakukan perubahan haluan dengan cepat pada pertengahan 2025 setelah perubahan kebijakan mendadak di Amerika Serikat menghapus kredit pajak kendaraan listrik yang telah lama berlaku.

Produsen Amerika, Ford dan General Motors, sama-sama mengalami kerugian miliaran dolar AS, sementara kerugian Honda mencapai lebih dari 15,7 miliar dolar AS. Honda mengungkapkan kerugian tahunan pertamanya pada awal Maret, tidak lama setelah kunjungan Mibe ke pabrik manufaktur kendaraan listrik China. Menurut SlashGear, kecepatan dan efisiensi pabrik tersebut membuatnya khawatir.

“Kami tidak punya peluang melawan ini,” kata Mibe, menurut artikel Nikkei Asia tertanggal 31 Maret. “Mulai dari pengadaan suku cadang hingga manajemen logistik, semuanya di fasilitas tersebut diotomatisasi, dan tidak ada manusia di lantai produksi.”

China Pilih Ekspansi EV ke Luar Negeri

Sementara itu, China terus memperluas teknologi otomotif tercanggihnya ke pasar internasional, menegaskan ambisi global sekaligus menjawab tekanan ekonomi domestik yang semakin mendesak.

Penjualan mobil di China turun 18 persen pada kuartal pertama dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan diperkirakan tetap stagnan atau menurun dalam waktu dekat. Karena itu, ekspansi ke luar negeri menawarkan peluang margin yang lebih tinggi serta pertumbuhan volume penjualan yang signifikan, kata para analis dan pengamat industri dikutip dari Strat News Global.

Meskipun kendaraan listrik (electric vehicle/EV) China dikenakan tarif di Eropa, bahkan dengan bea masuk tersebut, EV China tetap kompetitif secara biaya di pasar kawasan itu. Sementara itu, pasar Amerika Serikat saat ini masih tertutup bagi mobl China, meski kondisi tersebut dinilai belum tentu permanen.

"Mereka telah mencapai titik di mana mereka tahu ini bukan hanya tentang China,” kata analis perusahaan riset Gartner, Pedro Pacheco, mengenai produsen mobil China. “Mereka juga membutuhkan peta jalan untuk menerapkan teknologi di Eropa, Amerika Latin, dan Asia Tenggara.”

China mengekspor 5,8 juta mobil tahun lalu, naik hampir 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data industri. Secara keseluruhan, ekspor kendaraan dari China, termasuk mobil dan kendaraan komersial, diperkirakan tumbuh 4 persen menjadi 7,4 juta unit tahun ini, menurut proyeksi Asosiasi Produsen Mobil China yang dirilis pada Kamis (23/4/2026).

0 Response to "Bos Honda blak-blakan, sebut tak punya peluang lawan China"

Posting Komentar